SMP Negeri 1Indralaya Diduga Korupsi Dana BOS tahun 2022/2023,Modus Manipulasi/Rekayasa Data Laporan Penggunaan/SPJ

oleh -111 Dilihat
0 0
Read Time:3 Minute, 53 Second

Ogan Ilir –mediatargetkasus.com
SMPN 1 INDRALAYA diduga Mark up. Korupsi serta buat laporan SPJ fiktif dana BOS Tahun 2022/2023 Dengan rincian sebagai berikut,

Tahap Pertama Rp. 238.590.000, dengan Jumlah siswa 723, cair di bulan 22 Maret 2022,

Tahap Kedua, Rp 318.120.000, dengan jumlah siswa 723, Cair di Tanggal 21 Juli 2022 dan

Tahap ketiga, Rp. 238.590.000, dengan jumlah siswa 723, cair di Tanggal 17 Oktober 2022 lalu

Di perkirakan kerugian negara terkait Pemeliharaan Sekolah tahap pertama, Rp. 52.972.700 ,Tahap kedua, Rp. 92.991.600 dan Tahap ketiga, Rp. 77.897.500.

Kami pun sudah berupaya untuk mencari Fakta dan kebenaran namun bisa di lihat sendiri keadaan sekolah yang begitu kusam dan tak Ter urus seperti yang ada di foto padahal ini jelas sudah ada dana pemeliharaan sekolah tersebut

Sayangnya oknum kepala SMP N 1 Indralaya belum sempat memberikan keterangan terkait dugaan korupsi dana bos tahun 2022 yang di lakukanya

Salah satu guru pada saat di konfirmasi mengatakan, ibu Kepsek tidak ada pak maaf sekali, mungkin sedang sibuk banyak kegiatan di diknas, Senin 29 Januari 2024

Lalu kami coba minta nomor hp atau whatsapp ibu kepsek melalui guru yang ada di sekolah pada waktu itu mereka bilang tidak punya nomor hp ibu kepsek

Lalu kami ber usaha Mencari tau Nomor ibu kepsek setelah kami ada nomor whatsapp nya lalu kami hubungi ibu herlina namun
Tidak ada keterangan yang jelas

Kami berharap kepada pihak yang berwenang seperti Dinas Pendidikan, Inspektorat, Kajari dan Tipikor Ogan Ilir untuk segera mengambil tindakan yang tegas.
Karena diduga oknum Kepala Sekolah tersebut sudah melakukan korupsi dana BOS tahun 2022 yang diduga sudah merugikan Negara.

SMP NEGERI 1 INDRALAYA yang berada di Jl. Lintas Timur Km.35 Indralaya, Kab. Ogan Ilir, Sumatera Selatan tahun 2023 Kepala Sekolah nya masih orang yang sama ibu Herlina,

Adapun jumlah Ssiwa/i nya sekitar 729 lalu tanggal 13 April 2023 menerima dana BOS tahap pertama sekitar  Rp 400.043.462,- berdasarkan laporan pihak sekolah ke Kementrian terkait serta ke Disdik Kabupaten Ogan Ilir dana tersebut digunakan untuk :

penerimaan Peserta Didik baru Rp 970.000

pengembangan perpustakaan Rp 52.775.000

kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 49.400.000

administrasi kegiatan sekolah Rp 81.985.400

pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 7.500.000

langganan daya dan jasa Rp 21.169.100

pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 82.840.500

penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 29.310.000

pembayaran honor Rp 74.040.000

Total Dana Rp 399.990.000

Pada pencairan dana BOS tahap 2 tahun 2023 sekolah menerima nya tanggal 25 Juli 2023 dengan jumlah Rp 400.950.000,- laporan pihak sekolah ke Kementrian terkait serta ke Disdik Kabupaten Ogan Ilir dana tersebut digunakan untuk :

penerimaan Peserta Didik baru Rp 22.360.000

pengembangan perpustakaan Rp 4.650.000

kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 33.703.000

kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 2.200.000

administrasi kegiatan sekolah Rp 87.632.570

langganan daya dan jasa Rp 21.926.330

pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 157.435.600

pembayaran honor Rp 72.002.500

Total Dana Rp 401.910.000

Terhadap penggunaan dana BOS tahap 1 dan tahap 2 oleh Kepala SMPN 1 Indralaya,  berdasarkan hasil investigasi hukum yang dilakukan oleh LBHK-Wartawan Provinsi Sumatera Selatan diduga kuat ada beberapa kegiatan data serta alat bukti yang dipalsukan oleh pihak sekolah, alias laporan penggunaan dana BOS direkayasa, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Sebut saja kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah tahap 1 dan 2  menyerap dana BOS tahun 2023 sebasar Rp. 240 Juta lebih, fakta dilapangan tidak terlihat jelas bagian Sarpras sekolah mana yang dipelihara oleh Kepala Sekolah, dipihak lain data dan informasi terkait kegiatan tersebut tidak ada terlihat disekolah tersebut, dan menurut keterangan berbagai pihak bahwa diduga Kepsek beli barang / bahan pada aplikasi SIPLah  untuk kepentingan pemeliharaan sarpras sekolah terkait jumlah barang yang dibayarkan dengan jumlah barang yang tertera pada Kwitansi dan atau faktur pembelian angkanya berbeda, bayar 10 tapi pada kwitansi dan atau faktur tertera 20, lalu kegiatan pengembangan perpustakaan juga terindikasi merugikan keuangan negara serta kegiatan administrasi sekolah, tindakan ini kan dapat disebut korupsi tegas Bismar Ginting, SH.,MH selaku Ketua Umum LBHK-Wartawan baru – baru ini.

Untuk itu lembaga Kami saat ini lagi mengumpulkan alat bukti dugaan manipulasi / rekayasa laporan penggunaan dana BOS tahun 2023 di SMPN 1 Indralaya diatas, bila alat bukti sudah cukup maka lembaga Kami akan buat Pengaduan/Laporan ke Lembaga Penegak Hukum tegas Bismar.

Media ini berusaha konfirmasi ke sekolah diatas namun tidak dapat bertemu dengan Kepala Sekolahnya, dikatakan Guru yang ditemui disekolah tersebut bahawa Kepsek tidak ada ditempat, ujarnya.(Tim sumsel)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.